Profil
Institut Riset dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan
(INTAN)
Institut Riset dan Pengembang Teknologi Hasil Hutan (INTAN) didirikan pada tanggal 20 Mei 2015 merupakan lembga dengan, didirikan oleh Deman Huri Alumni Fahutan UNTAN;
Visi: Inovasi teknologi hasil hutan untuk kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan
Misi
- Melakukan penelitian dalam mengembangkan inovasi teknologi pengelolaan hutan.
- Pengembangan pengetahuan dibidang teknologi kehutanan.
- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan
- Pengolahan pengetahuan warga dalam tatakelola kawasan hutan
- Pengembangan usaha-usaha disektor kehutanan
Lembaga ini didirikan oleh sekumpulan alumni Fakultas kehutanan Jurusan Teknologi Hasil Hutan dengan berbagai sepesipik keahlian seperti pembuatan pewarna alami, pengolahan pambu, pengolahan hasil hutan non kayu, ekowisata, parfun dan lain-lain.
Lembaga ini berbadan hukum perkumpulan dengan akte Notaris Edy Dwi Pribadi, S.H; nomor :87-2017. Berkedudukan di Kota Pontianak JL Sepakat II Komplek Villa Sepakat A 19
Berawal dari keresahan beberapa orang melihat bahwa selama ini hutan seolah belum mampu mensejahterakan masyarakat sekitar hutan. Padahal dikawasan hutan sangat melimpah ruah sumberdaya alam yang dapat dimafaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan mesejahterakan masyarakat.
Pada awal 2015 mulai ada gerakan percepatan hak perhutan sosial di Kalimantan Barat. Namun, seolah belum mampu untuk mengelola hak kawasan perhutan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar hutan.
Kondisi ini perlu di malumi, karena pemegang izin pengelolaan perhutanan sosial belum ada sentuhan dari lembaga yang fokus pada pengolahan dan pengembangan teknologi hasil hutan, sehingga ada kemandekan pasca mendapatkan izin perhutanan sosial..
Disini sekumpulan Alumni Fakultas Kehutan Jurusan Teknologi Hasil Hutan perlu membantu memecahkan kebuntuan pengelolaan hasil hutan dikawasan perhutanan sosial, seperti Inventarisasi Potensi Hasil Hutan, Pengembangan Teknologi Kehutanan berbasiskan masyarakat sekitar hutan, penelitian, dan pengolahan produk hasil hutan, serta membantu mempercepat pengakuan hak kawasan hutan untuk mempercepat proses memperoleh izin..
Susunan Pengurus
INTAN(Institut Riset dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan)
- Direktur :Deman Huri
- Manager Keuangan :Ridwan
- Manager Kantor :Thaharah
- Pengorganisasian : Syamhuri
- Program :Juandi
- Riset dan Managemen Penngetahuan: Rahmawati
Program Yang Pernah Dilaksanakan
- Meningkatkan kualitas Teknologi pengolah margarin tengkawang dengan Fakultas Kehutan Universitan Tangjungpura tahun Tahun 2016 Desa Sahan Kabupaten Bengkayang Donor Universitas Tanjupura Besar Dana RP 150.000.000,-
- Membangun Pusat Belajar Koservasi Mangrove dan Fasilitas Ekowisata di Kawasan Hutan Mangrove Setapok Besar Kota Singkawang tahun 2017 dari Seacologi-AS 300.000.000,-
- Investasi Mendukung Usaha Pengelolaan Buah Tengkawang di Kawasan Hutan Adat Gunung Pikul (Pangajid) dukungan Samdhana Institut 2017-2019 dana seberas Rp 900.000.000-
- Riset rantai Nilai Hasil Hutan Non Kayu Di Kawasan Taman Bukit Raya Bukit Baka Kabupaten Melawi 2018 bersama IAR Kabupaten Melawi Rp 100.1000.000,-
- Membangun fasilitas perngamanan hutan adat rawa gambut Rasau Sebaju Masyarakat Adat Katab Kabahan Kabupaten Melawi. 2018 Seacologi-As Rp 300.000.000,-
- Penanaman pohon tengkawang dan pengembangan portotipe gudang tengkawang bersama Mytransform tahun 2021
- Pengembangan Tata Usaha Tengkawang di Hutan Adat Pikul, Desa Sahan Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat 2021-2023 TFCA-US-KAHATI
Rp 2.103.470.000,- Tahun 2021-2023
- Pengembangan ekonomi masyarakat Desa Sui Nibung,Perlindungan Kawasasan Hutan
Desa Sungai Nibung tahun 2021 Rp 250.000.000,- Seacologi AS. 2021
- Sharing pengetahuan dan pengutan usaha pengelolaan buah tengkawan denganmasyarakat
Dayak Iban Sungai Utik Kapuas Hulu 2021 Rp 100.000.000,- Samdahana Institut 2022.
- Perlindungan hutan adat pikul melalui penguatan ekonomi masyarakat Samdahana
Institud 2024.